Peran Penguatan Positif dalam Motivasi Siswa

Pengantar

Ada banyak alasan mengapa siswa bisa kurang termotivasi di kelas. Beberapa siswa mungkin memiliki kesulitan belajar dan merasa sulit memahami materi yang diajarkan. Yang lain mungkin merasa terisolasi atau tidak dihargai oleh guru mereka, sementara yang lain mungkin hanya bosan dengan apa yang mereka pelajari. Tetapi bahkan jika Anda tidak melihat kurangnya motivasi siswa sebagai masalah bagi Anda sebagai guru (dan saya harap memang bukan!), ada alasan lain mengapa penguatan positif lebih baik daripada penguatan negatif:

Perbedaan Antara Penguatan Negatif dan Penguatan Positif

Perbedaan antara penguatan negatif dan positif adalah bahwa penguatan negatif melibatkan pengambilan sesuatu yang tidak disukai siswa, sedangkan penguatan positif melibatkan pemberian hadiah atas penyelesaian suatu tugas. Misalnya, jika Anda memiliki esai yang harus dikumpulkan di kelas dan profesor Anda memberi Anda nilai "A", maka ini adalah penguatan positif karena memberikan hadiah atas penyelesaian tugas Anda. Di sisi lain, jika guru Anda mengancam akan memberi semua orang nilai nol kecuali mereka menyelesaikan pekerjaan mereka besok pagi—dan kemudian menepati ancaman tersebut—ini akan menjadi contoh penguatan negatif karena ia mengambil sesuatu yang tidak menyenangkan (yaitu, tidak ada nilai) setelah siswa menyelesaikan tugas mereka tepat waktu. Meskipun kedua jenis motivasi ini bekerja dengan baik jika digunakan dengan benar oleh guru dan orang tua; ada beberapa keuntungan yang jelas terkait dengan penggunaan penguatan positif dibandingkan dengan penguatan negatif:

Keunggulan Penguatan Positif

Penguatan positif adalah cara terbaik untuk mendorong perilaku yang diinginkan pada siswa. Berikut alasannya:
  • Penguatan positif lebih efektif daripada penguatan negatif. Penguatan positif dapat digunakan untuk meningkatkan frekuensi perilaku yang diinginkan, sedangkan penguatan negatif hanya akan berhasil jika dipasangkan dengan sesuatu yang tidak menyenangkan (misalnya, Anda harus menulis kalimat jika berbohong). Selain itu, penguatan positif cenderung lebih lama diingat daripada jenis hadiah atau hukuman lainnya; ini berarti bahwa ketika Anda menggunakan umpan balik positif untuk perilaku baik, siswa akan mengingatnya dan berusaha lebih keras di lain waktu!
  • Siswa cenderung mengulangi apa yang berhasil bagi mereka; oleh karena itu, kita harus menyediakan sebanyak mungkin kesempatan bagi siswa kita agar mereka merasa sukses di sekolah setiap hari.

Cara Menggunakan Penguatan Positif di Kelas

Penguatan positif adalah hadiah untuk perilaku baik. Penguatan positif dapat berupa verbal atau non-verbal, seperti pujian, tepuk tangan, dan dorongan semangat. Respons verbal meliputi "kerja bagus", "Hebat!", dan "Kamu hebat!". Respons non-verbal meliputi memberi siswa tos atau menepuk punggung mereka sambil mengatakan sesuatu seperti "Saya bangga padamu!". Penguatan positif harus digunakan secukupnya karena terlalu banyak penguatan positif akan mengurangi efektivitasnya sebagai hadiah. Selain digunakan sebagai hadiah untuk perilaku baik, penguatan positif juga dapat digunakan ketika siswa kesulitan mengerjakan tugas dengan memberikan dorongan semangat bahwa mereka akan berhasil jika mereka berusaha cukup keras (misalnya, "Saya tahu ini sulit tetapi saya percaya padamu!").

Siswa lebih mungkin termotivasi oleh penguatan positif daripada penguatan negatif.

Untuk memotivasi siswa, penting untuk memahami peran penguatan positif dalam motivasi siswa. Memang benar bahwa penguatan negatif dapat efektif dalam memotivasi siswa, tetapi juga dapat berdampak negatif pada mereka. Misalnya, jika Anda memberi nilai kepada siswa karena melakukan kesalahan atau pekerjaan yang kurang baik dan mengharapkan dia/mereka tidak mengulangi perilaku tersebut lagi di ujian mendatang, maka metode ini tidak akan berhasil karena siswa akan merasa frustrasi dan kecewa ketika dia/mereka tahu bahwa kerja keras mereka tidak diakui oleh siapa pun kecuali diri mereka sendiri (jika ada). Alih-alih menggunakan hukuman atau ancaman sebagai cara untuk memotivasi siswa agar berbuat lebih baik di lain waktu, cobalah menggunakan penghargaan positif sebagai gantinya; ini akan semakin mendorong mereka, memastikan mereka mempertahankan kebiasaan baik mereka tanpa merasa dihukum karena kesalahan yang mereka lakukan sebelumnya dalam hidup.”

Kesimpulan

Penguatan positif adalah alat ampuh yang dapat digunakan di kelas untuk memotivasi siswa belajar dan berprestasi. Penting untuk diingat bahwa penguatan positif berbeda dengan penguatan negatif, karena tidak menggunakan hukuman atau ancaman sebagai metode utama untuk memotivasi siswa. Sebaliknya, penguatan positif menggunakan pujian dan insentif untuk mendorong siswa mencapai tujuan mereka.

Share:

Peran Penguatan Positif dalam Motivasi Siswa

Pos terkait